Selasa, 17 April 2012

Peraturan Bola Volly

KATA PENGANTAR


                  Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Pengembangan Bola Volly tepat pada waktunya.tugas ini dibuat untuk menambah pengetahuan saya dalam meningkatkan ilmu pengetahuan yang saya miliki .
                  Dalam penyelesaian makalah ini,saya banyak mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.karena itulah ,saya ingin mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran saya dalam menyelesaikan makalah ini,baik secara langsung maupun tidak langsung terutama bapak Drs.M waluyo sebagai dosen pengasuh mata kuliah teknik dan praktek bola volly.
                  Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan sehingga penulis memerlukan kritik dan saran dalam perbaikan makalah ini.Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.





                                                                                          Palembang,   November 2010




                                                      penulis

  




PENDAHULUAN

1. Latar belakang
         Guru-guru pendidikan jasmani,pelatihan olahraga,fisiotherapis dalam tugasnya sehari-hari selalu dihadapkan kepada masalah gerak.Pendidikan jasmani menggunakan gerak sebagai media atau alat untuk manusia seutuhnya.Dengan menggunakan media gerak pendidikan jasmani akan menggembangkan ramah,kognitif,effectve,dan psikomotor anak.Gerak yang menjadi media guru pendidikan jasmani mulai dari yang nonlokomotor hingga yang dinamis dengan kecepatan tinggi dan dari gerak yang sedarhana hingga kompleks untuk berbagai tingkat usia dan tingkat keterampilan siswa hanya berlangsung apabila ada otot yang melaksanakan gerak-gerak tersebut.Agar rekayasa gerakan-gerakan yang akan dijadikan bahan agar dalam pendidikan jasmani menghasilkan out put atau keluaran berdampak positif bagi para siswa nya maka guru-guru pendidikan jasmani harus memahami bentuk otot jenis persendian dari tulang yang menjadi origo dan insersio otot yang bekerja dan memahami gerak apa yang dapat dilakukan oleh otot-otot disekitar suatu pesendian,otot mana yang menjadi penggerak utama,penggerak pembantu,dan yang menjadi pengimbang.Bagaimana cara melaksanakan suatu gerakan agar lebih efesien.Untuk dapat merekayasa berbagai latihan gerak sehingga memungkinkan sebuah proses belajar gerak yang akan menghasilkan keluaran yang bermanfaat bagi siswa maka guru-guru pendidikan jasmani harus memahami studi kinesilogi. 

2.SEJARAH BOLA VOLI
Pada awal penemuannya,olahraga permainan bola voli ini diberi nama ation)yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895,di HolyokeMintonette.olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani(Director of Phsycal Educ,Massachusetts(Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di Lockport,New York pada tahun 1870,dan meninggal pada tahun 1942.YMCA(Young Men’s Christian Association)merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda,seperti yang telah diajarkan oleh Yesus.Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London,Inggris oleh George William
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861,dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette.Sama halnya dengan James Naismith,William G.Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani William G.Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA,menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan.Tepatnya,permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu,yaitu bola basket,baseball,tenis,dan yang terakhir adalah bola tangan(handball).Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi,sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut,Dr.Luther Halsey Gulick(Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committe of YMCA)mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru.Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani.Dalam kesempatan tersebut,Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.Kedua tim tersebut diketuai oleh seorang Mayor dan Kepala pasukan pemadam kebakaran Holyoke.Dalam kesempatan itu,Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa.Dan menurut penjelasannya pada saat itu,permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain.Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut.Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi,dari satu wilayah kewilayah lain(wilayahlawan).Demonstrasi pertandingan yang dibawakan oleh kedua tim,serta penjelasan yang telah disampaikan oleh Morgan-pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette.Perubahan pertama yang terjadi pada permainan tersebut terjadi pada namanya. Atas saran dari Profesor Alfred T. Halstead yang juga menyaksikan dan memperhatikan demonstrasi serta penjelasan Morgan,nama Mintonette-pun berubah menjadi Volleyball (bola voli).Pemilihan nama Volleyball sebagai pengganti Mintonette-pun tidak dilakukan dengan tanpa pertimbangan.Nama Volleyball dipilih berdasarkan gerakan-gerakan utama yang terdapat pada permainan tersebut,yaitu gerakan memukul bola sebelum bola tersebut jatuh ke tanah (volley). Pada awalnya, nama Volleyball-pun dieja secara terpisah (dua kata),yaitu “Volley Ball”. Kemudian pada tahun 1952, Komite Administratif USVBA (United States Volleyball Association) memilih untuk mengeja nama tersebut dalam satu kata,yaitu “Volleyball”.USVBA adalah persatuan olahraga bola voli yang terdapat di Amerika Serikat.Asosiasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1928,dan pada saat ini USVBA lebih dikenal dengan nama USAV (USA Voleyball).Setelah demonstrasi tersebut,komite YMCA berjanji untuk mempelajari peraturan-peraturan permainan yang telah ditulis dan diserahkan ke Morgan.Beberapa peraturan yang pertama kali ditulis oleh Morgan adalah penggunaan net setinggi 6 feet 6 inch (ukuran ini disesuaikan dengan tinggi rata-rata orang Amerika yang pada abad ke-19 tersebut ternyata lebih pendek),lapangan berukuran 7.6 x 15.2 m2, dan dimainkan oleh beberapa orang pemain.Dalam peraturan lama tersebut,permainan terbagi atas sembilan babak.Pada setiap babak,masing-masing tim memperoleh kesempatan untuk melakukan servis(memukul bola di awal permainan/pukulan bola pertama).Selain itu,dalam peraturan yang pertama kali dibuat tersebut tidak terdapat batasan kontak antara pemain dengan bola,sebelum bola tersebut dapat dipukul dan berpindah ke wilayah lawan.Jika pemain melakukan kesalahan ketika melakukan servis,maka ia masih diijinkan untuk melakukan servis yang kedua.Sedangkan pemukulan bola ke arah net akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran dan berakibat kehilangan skor,kecuali pada saat melakukan servis yang pertama.Karena setelah servis pertama,masih terdapat kesempatan untuk melakukan servis yang kedua.Akhirnya merekapun memodifikasi dan menerbitkan peraturan tersebut pada bulan Juli 1896 .




3. Peraturan-Peraturan bola volly
A. Lapangan
Olahraga permainan bola voli dimainkan pada sebuah lapangan yang berbentuk persegi panjang. Seiring dengan terus berkembangnya permainan bola voli, maka standar-standar ukuran internasional dan sarana pendukung pada lapangan bola voli-pun telah ditetapkan. Standar ukuran panjang lapangan bola voli adalah 18 meter,sedangkan ukuran lebarnya adalah 9 meter.Panjangan lapangan tersebut kemudian dibagi dua dan dipisahkan dengan sebuah net yang dipasang pada dua buah tiang.Net tersebut dipasang pada ketinggian 2.43 meter atau 2.24 meter.Pada setiap ujung atas tiang biasanya akan dipasang sebuah antena.Antena ini akan menjadi pembatas gerakan bola yang menyamping atau melebar. Net yang memiliki lebar satu meter tersebut dipasang melebar di tengah lapangan. Ukuran 2.43 meter biasa digunakan dalam pertandingan bola voli putra, sedangkan pada kelas putri biasanya menggunakan net dengan ketinggian 2.24 meter.Meskipun demikian, pada kompetisi-kompetisi kelas yunior maupun veteran biasanya tinggi net bervariasi. Untuk kompetisi kelas tersebut,tinggi net biasanya dapat disesuaikan kembali.
Dalam lapangan bola voli dikenal istilah garis “3 meter” dari net.Garis tersebut berfungsi sebagai batas wilayah penyerangan (attack line).Garis 3 meter tersebut kemudian membagi lapangan menjadi dua bagian, yaitu barisan belakang (back row),dan barisan depan (front row).Kemudian, pada masing-masing bagian itu(back row dan front row) masih dibagi lagi menjadi 6 area atau 6 titik.Pada keenam area atau titik itulah yang merupakan posisi para pemain bola voli. Area“1”merupakan posisi pemain yang akan melakukan servis berikutnya.Setiap pergantian giliran untuk melakukan servis,para pemain harus berputar searah dengan putaran jarum jam untuk mendapatkan giliran melakukan servis.Dengan melakukan putaran searah dengan putaran jarum jam,maka pemain pada posisi pertama akan digantikan oleh pemain yang sebelumnya menempati posisi kedua.Sedangkan pemain yang awalnya menempati posisi 1 akan bergeser ke posisi 6,begitu seterusnya.Dalam aturan lapangan bola voli terdapat istilah zona bebas (free zone).Zona bebas ini merupakan area yang mengelilingi area tim.Para pemain dapat memasuki dan bermain di dalam zona bebas yang memiliki lebar minimal 3 meter tersebut dengan bebas,setelah salah seorang pemain melakukan servis.Batas-batas area tim ditunjukkan dengan menggunakan garis-garis yang tergambar dilapangan.Sedangkan area penyerangan berada di dalam area tersebut.Garis-garis area tim tersebut juga menentukan apakah bola yang jatuh akan dinyatakan“masuk” atau “keluar”. Apabila bola yang jatuh masih menyentuh garis area tim, maka bola tersebut dinyatakan “masuk”dan tim lawan akan memperoleh nilai.Namun jika bola jatuh di luar garis area tim tanpa menyentuh garis area tim,maka bola dinyatakan“keluar”.

B. Bentuk-Bentuk Pelanggaran
♣   Pukulan ketiga pada bola harus dapat mengarah dan melewati net ke area lawan.Jika   setelah dipukul sebanyak tiga kali namun bola masih belum berpindah ke area lawan,maka hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran.
♣   Setiap pemain hanya diizinkan menyentuh bola sebanyak satu kali,sebelum dioper ke pemain lain.Jika seorang pemain menyentuh bola lebih dari sekali sebelum bola tersebut dioper ke pemain lain(secara sengaja maupun tidak),maka hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran.Menyentuh bola ketika melakukan block tidak dihitung sebagai pukulan, maka pemain yang menyentuh bola ketika melakukan block tersebut masih diizinkan secara langsung untuk menyentuh atau memukul bola yang terlontar dari block-nya                           .
♣   Pelanggaran yang lain adalah penggunaan waktu lebih dari 8detik ketika melakukanservis.
♣   Jika pemain memegang, mengangkat, atau membawa bola(menyentuh bola dalam waktu yang lama,bukan memukulnya),maka hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran
♣   Spike yang dilakukan oleh pemain pada baris belakang, sementara bola berada tepat di atas net akan dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran. Hal ini dapat dilakukan jika pemain tersebut melompat dari belakang garis penyerangan(garis 3 meter),dalam hal ini pemain diperbolehkan untuk mendarat di depan garis penyerangan.
♣   Memukul bola yang masih terdapat di area lawan dinyatakan sebagai sebuah kesalahan.
♣   Menyentuh net dengan salah satu bagian tubuh( kecuali rambut),ketika permainan sedang berlangsung akan dinyatakan sebagai pelanggaran.
♣   Pelanggaran yang lain adalah ketika bola mendarat (jatuh) di luar area tim yang sama, yaitu tim yang terakhir menyentuh bola tersebut.
♣   Jika dalam sebuah tim tidak ada yang menerima,menahan,atau mengendalikan bola yang dioper dari pihak lawan,maka hal tersebut dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.Kejadian semacam ini,biasanya terjadi akibat adanya sebuah kesalahpahaman antar pemain yang sama-sama berada di dekat lokasi jatuhnya bola.
♣   Pelanggaran yang terkadang juga dilakukan oleh seorang pemain voli adalah melakukan block atau spike pada bola yang belum melewati net secara sempurna,ketika tim lawan melakukan servis.
♣   Tindakan lain yang dianggap sebagai sebuah kesalahan adalah ketika pemain pada baris belakang bergabung melakukan block dengan pemain pada baris depan.
♣   Jika pemain depan dari tim server melompat, melakukan gerakan block,atau saling berdiri berdekatan ketika salah seorang pemain dari timnya melakukan servis dengan tujuan untuk menghalangi pandangan tim lawan,maka hal ini juga dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.Tim tersebut akan mendapat peringatan dari pihak wasit.
♣   Pelanggaran yang lain adalah posisi kaki pemain yang berada di dalam garis lapangan, atau menginjak garis belakang lapangan ketika melakukan servis(sebelum bola melewati net).
♣   Seorang libero hanya dapat bermain di baris belakang.Jika ia melakukan block atau spike pada bola yang berada tepat di atas net,maka hal tersebut akan dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.
♣   Kesalahan posisi pemain ketika melakukan servis akan dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.Namun setelah servis dilakukan maka pemain dapat mengatur posisi mereka berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan.
♣   Adanya perkelahian secara fisik di antara pemain satu tim maupun dengan pemain dari tim lawan akan dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.

C. Penilaian
♣   Salah satu tim akan memperoleh nilai secara otomatis jika bola jatuh di dalam garis area lawan atau ketika tim lawan melakukan sebuah kesalahan.Dalam peraturan ini tidak meperhitungkan tim manakah yang sebelumnya melakukan servis.Setelah itu,bola akan berpindah ke tangan lawan,dan tim lawanlah yang selanjutnya akan melakukan servis berikutnya.
♣   Jika servis sebelumnya dilakukan oleh tim yang memperoleh nilai,maka servis yang selanjutnya masih akan dilakukan oleh pemain yang sama,yang sebelumnya melakukanservis.
♣   Posisi pemain harus berputar searah dengan putaran jarum jam jika servis yang sebelumnya tidak dilakukan oleh tim yang memperoleh poin.Dengan demikian,servis akan dilakukan oleh pemain yang sebelumnya menempati area 1.
♣   Pertandingan pada setiap set akan berakhir ketika salah satu tim memperoleh poin 25.
2 poin tambahan akan diberikan ketika kedua tim memperoleh poin yang sama yaitu pada poin 24.
♣   Biasanya,pertandingan akan dilangsungkan dalam 5 set. Pada set pertama hingga set ke-4 akan dimainkan hingga 25 poin.Sedangkan pada set ke-5,permainan hanya akan dimainkan hingga 15 poin.Tambahan 2 poin akan diberikan jika kedua tim mendapatkan poin yang sama,yaitu pada poin 14.
♣   Terkadang,sistem penilaian pada setiap turnamen atau pertandingan berbeda.Pada pertandingan tingkat SMU dan profesional biasanya hanya dilangsungkan hingga 3 set,dengan total poin hingga 30 poin Peraturan penggunaan 25 poin baru mulai diberlakukan pada tahun 1999.Sebelumnya,permainan hanya dilangsungkan hingga 15 poin pada setiap set. Selain itu,tim yang memperoleh poin hanyalah tim yang sebelumnya melakukan servis.Ketika tim server melakukan kesalahan,maka tim lawan tidak akan memperolah poin tambahan.Kesalahan tersebut hanya akan menyebabkan pindah bola saja(tim lawan yang akan melakukan servis selanjutnya). Dan ketika serangan salah satu tim dinyatakan“masuk”tim tersebut tetap tidak akan memperoleh tambahan jika servis yang sebelumnya tidak dilakukan oleh tim itu juga. Serangan yang dinyatakan“masuk”tersebut juga hanya akan mengakibatkan pindah bola saja.Tim tersebut hanya memperoleh kesempatan untuk melakukan servis yang selanjutnya.Perubahan peraturan tersebut dilakukan oleh FIVB pada tahun 1999,dan mulai ditetapkan secara resmi pada tahun 2000.

D. Skills Dalam Permainan Bola Voli
Sama halnya dengan permainan yang lain,permainan bola voli ini juga merupakan salah satu jenis permainan yang sangat membutuhkan skill yang tinggiSkill yang dimaksud disini adalah kualitas penguasaan tehnik-tehnik yang terdapat dalam bola voli,baik tehnik menyerang maupun tehnik bertahan.Untuk menjadi tim bola voli yang kompetitif,maka para pemain dalam sebuah tim bola voli harus menguasai 6 macam tehnik dasar pada permainan tersebut.Enam tehnik dasar yang harus dikuasai dengan baik oleh seorang pemain bola voli adalah tehnik dalam melakukan servis,pass,set,attack,block,dan dig.Ke-6 tehnik dasar ini merupakan tehnik-tehnik permainan yang telah diperkenalkan dan dimainkan selama bertahun-tahun.Dan pada akhirnya,ke-6 tehnik dasar tersebut telah ditetapkan sebagai standar dalam pelatihan bola voli tingkat tinggi.
Berikut ini adalah Beberapa Skills yang harus dikuasai oleh seorang pemain bola voli:

A. Servis
Tehnik dasar pertama yang dikenal dalam permainan bola voli adalah tehnik melakukan servis.Secara sederhana,tehnik servis pada bola voli adalah pemain berdiri di belakang garis belakang lapangan,melemparkan bola ke udara, kemudian memukul bola tersebut ke arah lapangan atau area lawan. Meskipun terdengar sederhana,namun pada pelaksanaan tehnik ini juga ada beberapa hal yang harus menjdi perhatian.Tujuan melakukan servis adalah semaksimal mungkin mengarahkan dan menjatuhkan bola pada area lawan yang kosong atau terlihat lemah, sehingga tidak dapat diterima oleh tim lawan. Atau,mengarahkan bola ke area lawan dengan keras dan kecepatan yang tinggi, sehingga tim lawan tidak mampu menahan atau mengendalikannya,dan diharapkan bola tersebut akan keluar lapangan setelah tersentuh pemain lawan.Maka untuk memaksimalkan hasil dari servis tersebut,seorang pemain yang melakukan servis tentunya harus mampu mengatur arah dan kecepatan bola,sehingga tim lawan akan kesulitan untuk menerima, menahan, maupun mengendalikan servis tersebut.Ketika bola yang diservis tersebut mendarat ke area lawan secara langsung (tanpa menyentuh pemain lawan),maka servis tersebut biasa disebut dengan“ace”Sebutan tersebut juga berlaku untuk servis yang keluar lapangan,setelah terlebih dahulu menyentuh salah seorang pemain dari tim lawan.
Seiring dengan perjalanannya yang terus exist di dunia olahraga,saat ini tehnik servis juga telah mengalami banyak perkembangan.
Tehnik servis dalam permainan bola voli telah berkembang menjadi 9 macam, yaitu:
      1.   Underhand dan Overhand Serve(Servis atas dan servis bawah)
            Underhand serve adalah melakukan servis atau memukul bola dari bawah, yaitu pada ketinggian sekitar area pinggang pemain.Underhand serve ini merupakan salah satu tehnik servis yang termudah, dan juga sebagai salah satu servis yang sangat mudah diterima oleh tim lawan. Maka dari itu,tehnik Underhand serve ini jarang sekali digunakan pada kejuaraan tingkat tinggi.Sedangkan Overhand serve adalah tehnik servis yang dilakukan dari atas,yaitu dengan cara melemparkan bola ke udara kemudian memukulnya setelah bola tersebut kembali turun mencapai ketinggian di atas bahu    p emain.
2.   Sky Ball Serve
Sky ball seve adalah sejenis tehnik servis underhand yang biasa dipergunakan dalam permainan bola voli pantai.Dalam Sky ball serve,hasil pemukulan bola(servis)dibuat melambung sangat tinggi,dan kemudian bola tersebut akan turun kembali dengan gerakan yang hampir membentuk garis lurus.Tim bola voli pantai Brazil-lah yang telah menciptakan dan menggunakan tehnik servis ini pada awal tahun 1980-an.Saat ini,jenis tehnik servis tersebut sudah dianggap sangat kuno,sehingga sangat jarang dipergunakan lagi.
3.      Line dan Cross_Court serve
Untuk membedakan kedua jenis servis ini dapat dilihat dari arah gerakan bola yang menyeberang ke area lawan. Dalam hal ini,arah gerakan bola dapat dibedakan menjadi dua,yaitu menyilang dan lurus sejajar dengan garis memanjang pada lapangan bola voli.
4.      Top Spin
Top Spin merupakan salah satu jenis Underhand serve.Dalam tehnik servis ni,bola yang dipukul mengenai bagian telapak tangan sekaligus pergelangan tangan. Dengan tehnik ini,bola akan melesat ke area lawan dengan berputar. Putaran tersebut akan membuat bola melesat dan jatuh ke area lawan dengan cepat,tajam,dankeras.
5.   Floater
Tehnik servis Floater dapat dilakukan dengan cara melompat maupun hanya dengan berdiri saja.Pada jenis tehnik Overhand serve ini,bola yang dipukul tidak berputar.Servis akan melesat ke area lawan tanpa gerakan berputar pada bola.Meskipun demikian,tehnik servis ini akan menghasilkan gerakan bola yang tidak dapat diprediksi oleh tim lawan.
      6.   Jump Serve
Tehnik Jump serve ini adalah salah satu jenis tehnik servis yang paling populer dan paling banyak digunakan di kalangan tim bola voli tingkat perguruan tinggi maupun profesional.Tehnik Jump serve ini juga masih termasuk dalam kategori tehnik Overhand serve.Pemain yang akan melakukan Jump serve akan melempar bola tinggi ke udara,setelah sebelumnya melakukan persiapan di luar garis belakang lapangan.Setelah itu,pemain melakukan langkah pendekatan(penyesuaian)terhadap bola yang sedang bergerak turun,kemudian ia akan melompat dan memukul bola tersebut dengan keras.Tehnik Jump serve ini akan menghasilkan servis dengan gerakan bola yang berputar,sangat cepat,keras,dan tajam.Hal inilah yang membuat tehnik servis ini menjadi sangat populer di kalangan para pemain bola voli.
      7.   Jump Float
Salah satu jenis servis yang juga populer di kalangan pemain bola voli tingkat perguruan tinggi dan profesional adalah Jump float.Tehnik Jump float ini hampir sama dengan tehnik Jump serve dan floater.Pada tehnik ini,pemain akan melempar bola ke udara dengan ketinggian yang lebih rendah dari tehnik Top spin jump serve.Sedangkan kontak dengan bola(pemukulan)tetap dilakukan di udara.Tehnik ini akan menghasilkan servis dengan arah bola yang tidak dapat diprediksi oleh tim lawan.Hal itulah yang membuat tehnik servis ini menjadi lebih populer dan banyak digunakan pada kalangan perguruan tinggi dan profesional.
      8.   Round-House Serve
Pada tehnik Round-House serve,pemain yang akan melakukan servis berdiri di luar garis belakan lapangan, dengan posisi salah satu bahu menghadap ke arah net.Setelah itu,bola dilempar tinggi ke udara dan dipukul dengan menggunakan gerakan lengan yang berputar dengan cepat.Pemukulan pada bola dilakukan dengan menggunakan telapak tangan.Hal ini akan memberikan hasil servis dengan putaran bola yang tinggi.
      9.   Hybrid Serve
Salah satu kategori tehnik Overhand serve yang lain adalah Hybrid serve.Pada dasarnya, tehnik Hybrid serve sama dengan tehnik Top spin serve.Tehnik Hybrid serve ini juga akan menghasilkan servis dengan arah gerakan yang sangat sulit untuk diprediksi oleh tim lawan.
B. Pass/Passing
Salah satu tehnik dasar dan vital yang lain,yang juga wajib dikuasai oleh setiap pemain bola voli adalah tehnik pass.Tanpa adanya penguasaan tehnik pass yang baik,maka sebuah tim tidak akan mampu menghadapi pertandingan dengan baik. Karena,pass adalah langkah awal yang akan menentukan kemampuan sebuah tim untuk bertahan dan melakukan penyerangan.Dengan adanya penguasaan tehnik pass yang baik,maka seorang setter akan lebih mudah dalam menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan diset.Dengan demikian,sang attacker-pun akan dapat melakukan spike secara maksimal.Dengan kata lain,pass juga biasa dikenal dengan sebutan“reception”,yaitu sebuah usaha tim dalam rangka menerima,menahan,dan mengendalikan servis atau segala bentuk penyerangan yang dilakukan oleh tim lawan.Pass yang baik,bukanlah pass yang hanya mampu mencegah bola agar tidak jatuh atau menyentuh area timnya,tetapi juga harus mampu mencapai posisi setter dengan arah yang tepat, serta dengan gerakan dan kecepatan yang stabil.Dengan demikian,sang setter dan attacker akan mampu menciptakan berbagai variasi serangan dengan mudah.Sebenarnya,tehnik pass ini dapat dibedakan menjadi dua macam,yaitu tehnik Underarm pass(passing bawah)dan Overhand pass(passing atas).Underarm pass atau yang juga biasa dikenal dengan sebutan bump,dilakukan dengan menggabungkan kedua lengan bawah menjadi satu,dengan arah lurus ke depan.Bola yang jatuh akan mengenai kedua lengan bawah pada bagian dalam.Tehnik ini dilakukan dengan posisi yang rendah, yaitu dengan ketinggian sekitar batas pinggang pemain.Sedangkan Overhand pass adalah tehnik pass yang dilakukan dengan menggunakan ujung jemari tangan,seperti ketika melakukan set.Tehnik ini dilakukan pada posisi di atas kepala.
C. Set
Tehnik dasar yang lain,yang terdapat dalam permainan bola voli adalah set.Dalam standar permainan bola voli,set merupakan tindak lanjut dari tehnik pass.Dengan kata lain,set merupakan kontak kedua dari sebuah tim dengan bola. Pada kontak kedua ini,bola akan diterima, ikendalikan,dan diset oleh seorang setter.Dari sinilah sebuah tim akan melakukan penyerangan atau sekedar gerak tipuan yang akan mengecoh gerakan tim lawan.Setter akan memposisikan bola di udara sehingga sang attacker dapat melakukan serangan ke arah lawan.Disinilah,sang setter dituntut untuk dapat memberikan umpan bola dengan ketinggian dan arah yang tepat,serta gerakan dan kecepatan bola yang stabil.Tentunya,hal ini juga tetap tidak dapat terlepas dari kualitas pass yang diterima oleh setter.Selain itu,seorang setter juga bertugas mengkoordinasi gerakan-gerakan menyerang dari sebuah tim.Setter jugalah yang bertugas untuk menentukan, pemain manakah yang akan melakukan serangan(spike).Hal ini biasanya juga ditentukan oleh ke adaan bola yang diterima dari pass sebelumnya.Seperti pada tehnik pass,pengelompokan tehnik set juga dapat dibedakan menjadi dua macam,yaitu Overhand set dan Bump set.Ketika bola berada pada posisi yang rendah,yaitu ketika bola tersebut tidak dapat ditangani dengan menggunakan ujung jemari tangan,maka yang digunakan adalah tehnik Bump set.Dalam permainan bola voli pantai,tehnik Bump set adalah tehnik set yang paling banyak digunakan.Hal ini disebabkan oleh adanya peraturan yang lebih mengutamakan penggunakan tehnik Bump set daripada Overhand set.Sedangkan tehnik Overhand set biasanya hanya digunakan untuk mengendalikan bola yang berada pada posisi yang tinggi,yang masih dapat ditangani dengan menggunakan unjung jemari tangan.Meskipun pada dasarnya tehnik set terbagi dalam dua kategori,namun ada beberapa orang yang masih membagi tehnik set ini dalam beberapa kategori lagi,yaitu Front set,Back set,dan Jump set.Front set adalah ketika bola yang diset oleh setter bergerak ke arah depan setter.Sebaliknya,pada Back set bola yang di set oleh setter bergerak ke arah belakang setter. Sedangkan Jump set biasanya dilakukan ketika bola yang dipass ke setter terlalu dekat dengan net. Sehingga, untuk menghindari sentuhan dengan net tersebut,maka setter melakukan set dengan tehnik melompat.Seiring dengan terus berkembangnya skill para pemain bola voli,terkadang seorang setter juga tidak melakukan set pada bola yang di passing ke arahnya.Sewaktu-waktu,seorang setter dapat langsung melakukan serangan ke arah lawan. Bola kedua yang di pass ke arahnya,terkadang langsung ia buang ke area lawan dengan menggunakan gerak tipu.Bahkan,untuk settter yang skill dan pengalamannya sudah tinggi,terkadang melakukan spike pada pukulan keduanya.

D. Attack/Menyerang
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kalah atau menangnya sebuah tim bola voli dalam sebuah pertandingan adalah kualitas dan kuantitas penyerangannya.Attack atau yang lebih akrab dengan sebutan spike,adalah sebuah tehnik pukulan atau serangan yang bertujuan agar bola dapat mendarat di area lawan,tanpa bisa di block(ditahan).Menyerang atau spike dalam permainan bola voli merupakan pukulan ketiga dari sebuah tim.Pukulan pertama biasa dilakukan dengan pass,pukulan yang kedua dilakukan dengan tehnik set oleh setter, dan pukulan ketiga adalah spike.Dalam tehnik spike ini,seorang spiker(penyerang) harus memperhatikan empat langkah dasar dalam melakukan spike,yaitu awalan(apprvoach)lompatan,ayunan pukulan pada bola di udara,dan posisi mendarat.Pemukulan bola pada saat melakukan spike dilakukan di udara,yang idealnya adalah ketika sang attacker berada pada puncak lompatan.Ketika akan melakukan kontak dengan bola,pemain mengangkat tangannya setinggi mungkin sampai di atas kepalanya.Ketika melakukan pukulan,spiker mengayunkan lengannya dan memukulkan telapak tangannya sekeras mungkin ke arah bola yang sedang melayang tersebut. Melakukan pemukulanpun harus diperhitungkan arahnya,sehingga tidak mudah diprediksi oleh tim lawan.“Bounce”, adalah sebuah istilah yang terdapat dalam permainan bola voli,tepatnya sebuah istilah dalam penyerangan.Bounce adalah sebutan untuk jenis spike yang sangat keras,tajam,dan langsung jatuh ke lapangan lawan tanpa menyentuh salah seorang pemain dari tim lawannya.Setelah menyentuh lantai lapangan lawan, bola tersebut kemudian terpantul dan melambung tinggi lagi ke udara,inilah yang biasa disebut dengan istilah“Bounce".
Berikut ini adalah beberapa tehnik yang dapat dipelajari untuk melakukan spike:
1.      Awalan
Tehnik awalan pada permainan bola voli ini terdiri dari dua langkah,yaitu langkah persiapan dan langkah tolakan.Pada langkah persiapan,seorang spiker berdiri dengan salah satu kaki berada di belakang kaki yang lain. Dalam hal ini, pemain memiliki kebebasan untuk menentukan kaki mana yang akan berada di belakang dan di depan,dan dapat disesuaikan dengan kenyamanan pemain itu sendiri.Setelah itu,spiker melangkahkan kaki satu langkah ke depan,dan diikuti dengan ayunan kedua lengan ke arah belakang.Pada posisi ini,posisi badan berangsur-angsur membungkuk untuk membantu memperkuat tolakan.Dalam tehnik awalan ini,biasanya seorang spiker cukup menggunakan dua hingga empat langkah saja.Langkah kaki selanjutnya merupakan langkah tolakan,yaitu melangkahkan kaki lagi hingga kedua telapak kaki berada pada posisi yang hampir sejajar(salah satu kaki berada agak sedikit ke depan dari kaki yang lain untuk menghentikan gerakan ke arah depan dan sebagai persiapan untuk melakukan lompatan).Ayunkan kedua lengan ke arah belakang atas semaksimal mungkin,kaki ditekuk dan badan bersiap untuk melompat.Pada posisi ini,berat badan lebih banyak berpusat pada kaki yang terdapat di posisi depan.
2.      Lompatan
Gerakan melompat dapat dilakukan dengan menggunakan hentakan tumit dan jari kaki pada lantai,gerakan ini juga disertai dengan ayunan kedua lengan ke arah depan atas pada saat kaki melakukan dorongan ke atas.
      3.   Memukul Bola
Ketika berada di udara,jarak antara bola dengan spiker adalah sepanjang jangkauan lengan yang akan digunakan untuk memukul bola.Tarik lengan ke arah belakang kepala,kemudian pukulkan kearah depan sepanjang jangkauan tangan hingga mengenai bola secepat dan sekeras mungkin.Pemukulan bola yang benar,telapak tangan akan mengenai bola tepat pada bagian tengah bola.Pada saat menyentuh bola,pergelangan tangan juga dihentakkan ke depan untuk menambah kekuatan pemukulan.Sedangkan posisi jemari tangan pada saat melakukan pukulan adalah dalam keadaan menutup permukaan bola.Setelah melakukan pukulan,tangan dan badan melakukan gerakan membungkuk.Ketika melakukan tehnik spike ini,seorang spiker harus mampu menjaga keseimbangan tubuhnya dengan baik pada saat berada di udarah
      4.   Mendarat
Pendaratan setelah melakukan lompatan spike dilakukan dengan kedua kaki yang mengeper(tidak kaku atau tegang).Usahakan mendarat dengan jari-jari kaki atau telapak kaki bagian depan terlebih dahulu,dengan posisi badan membungkuk ke arah depan.Untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai,maka ketika mendarat usahakan dengan sikap lutut yang lentur(tidak kaku atau tegang).Dan yang terakhir adalah,usahakan semaksimal mungkin untuk mendaratkan kedua telapak kaki pada tempat yang tidak terlalu jauh dengan tempat yang digunakan untuk melakukan lompatan.Pada permainan bola voli sekarang,ada beberapa jenis tehnik menyerang yang telah diperkenalkan.

Berikut ini adalah beberapa tehnik menyerang dalam permainan bola voli yang telah
berkembang pada saat ini:

      ♣   Backcourt/Backrow
Tehnik spike Backcourt atau Backrow ini juga biasa disebut dengan Pipe attack.Tehnik ini adalah salah satu jenis spike yang biasa dilakukan oleh pemain pada barisan belakang(pemain belakang).Karena spike ini dilakukan oleh pemain belakang,maka pelaksanaannya tidak boleh dilakukan dari depan garis 3 meter.Untuk melakukan spike ini,pemain belakang harus melakukannya dari belakang garis 3 meter sebelum menyentuh bola.Meskipun demikian,pemain tetap dapat melakukan pendaratan di depan garis 3 meter.
      ♣   Line and Cross-Court Shot
      Kedua jenis tehnik spike ini dibedakan berdasarkan pada arah bola yang melesat ke area lawan, apakah menyilang(menyudut)atau lurus sejajar dengan garis samping lapangan. Pada tehnik ini dikenal istilah“cut shot”,yaitu tehnik Cross-cut shot yang dilakukan dengan arah yang sangat menyudut sehingga bola mendarat dekat sekali dengan garis 3 meter.
      ♣   Dip/Dink/Tip/Cheat
      Dapat dikatakan bahwa tehnik menyerang yang satu ini merupakan sebuah serangan dalam bentuk gerakan tipuan.Biasanya pemain akan melakukan gerakan seolah-olah akan melakukan spike,namun ternyata pemain tersebut tidak melakukan pukulan keras sama sekali.Pemain tersebut biasanya hanya melakukan pukulan lembut atau bahkan hanya melakukan sedikit sentuhan saja.Sentuhan atau pukulan lembut yang diawali dengan gerakan spike tersebut diharapkan dapat mengecoh tim lawan,sehingga bola dapat mendarat di lapangan lawan yang perthanannyasedanglemah.
♣   Tool/Wipe/Block-abuse
      Pada tehnik ini,pemain juga tidak berusaha untuk melakukan sebuah spike yang keras.Tehnik ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu tehnik tipuan dalam permainan bola voli.Biasanya,pemain hanya akan melakukan pukulan yang lembut ke arah block lawan.Dengan demikian diharapkan bola tersebut dapat memantul dari block dan jatuh ke dalam area lawan.
♣   Off-speed hit
      Pada tehnik inipun tidak terlalu jauh berbeda,karena pemain juga tidak melakukan pukulan yang keras pada bola. Dan pada dasarnya,tehnik ini juga digunakan untuk mengecohpertahananlawansaja.

      ♣   Quick hit/One
      Quick hit merupakan salah satu jenis spike cepat yang dilakukan oleh blocker tengah. Dalam tehnik ini,setter akan menempatkan bola hanya sedikit berada di atas net.Blocker tengah melakukan awalan untuk melakukan spike sebelum setter menyentuh bola.Kemudian melompat dan langsung menyerang bola dengan sangat cepat,segera setelah bola terlepas dari tangan setter.Tehnik Quick hit ini merupakan salah satu tehnik penyerangan yang sangat efektif dalam permainan bolavoli.
♣   Slide
      Salah satu variasi serangan yang diadopsi dari tehnik Quick hit adalah Slide.Pada tehnik Slide ini,setter akan melakukan back set rendah. Blocker tengah akan bergerak berputar ke belakang setter dan langsung menyambut bola dengan pukulan yang sangat cepat,seperti pada Quick hit.Double quick hit/Stack/Tandem Salah satu tehnik variasi spike yang lain adalah Double quick hit.Ini juga merupakan salah satu tehnik spike dengan gerakan tipuan yang terdapat pada permainan bola voli.Pada tehnik ini,salah seorang pemukul bola berada di depan setter,kemudian seorang pemukul yang lainnya berada di belakang setter tersebut.Terkadang,kedua pemukul tersebut juga berada di depan setter,kemudian keduanya melompat dan melakukan gerakan spike secara bersamaan.Gerakan tersebut hanyalah gerakan tipuan yang digunakan untuk mengecoh blocker lawan. Karena,spike yang sebenarnya akan dilakukan oleh spiker pada posisi 4.Dengan gerakan tipuan tersebut,kemungkinan besar spiker pada posisi 4 akan dapat melakukan penyerangan dari area belakang tanpa satu block-pun yang menghalang.

      5.   Bock/Blokir
Tehnik dasar yang lain,yang terdapat dalam permainan bola voli adalah Block.Tehnik ini digunakan untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan.Pertahanan dalam tehnik block dapat berupa menahan serangan lawan agar bola yang di-spike oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan.Atau pertahanan yang berupa memperlambat gerakan bola yang telah di-spike oleh pemain dari tim lawan,sehingga gerakannya menjadi lebih lambat dan lebih mudah untuk di kendalikan.Sebagai salah satu tehnik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli,maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini dengan baik.Untuk melakukan tehnik block, pemain berdiri dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi yang sejajar.Pada saat  yang sama,kedua tangan diletakkan di depan dada,dengan posisi telapak tangan mengahadap ke arah net dan dengan jari-jari terbuka(dikembangkan)selebar mungkin. Untuk melakukan lompatan yang maksimal,lutut ditekuk lebih dalam dengan posisi badan agak condong ke arah depan.Setelah itu,lakukan lompatan dengan menggunakan kekuatan kedua kaki.Pada saat melakukan lompatan, kedua tangan diayunkan lurus ke arah atas secara bersamaan.Agar pertahanan block dapat dilakukan secara meluas,maka jari-jari tangan sebaiknya dibuka ketika melakukan block.Posisi jari-jari yang terbuka ini akan semakin mempersempit jalur penyeberangan bola melewati net,sehingga akan memaksimalkan fungsi block. Ketika spiker dari tim lawan memukul bola,maka blocker yang sudah berada dalam posisi melayang di udara segera menghadapakan kedua tangannya ke arah bola tersebut dan berusaha untuk menguasai bola.Sewaktu tangan melakukan kontak dengan bola, pergelangan tangan menekan dari arah atas ke depan bawah.Pada saat yang sama,jari-jari kedua tangan sebaiknya ditegangkan agar dapat menahan tekanan bola dengan kuat. Block yang baik adalah block yang ketika bola belum dipukul,tangan blocker sudah berada dalam posisi mengurung bola. Setelah melakukan kontak(block)dengan bola,maka blocker-pun mendarat kembali ke lantai dengan menggunakan kedua kaki,dan dengan lutut yang lentur Untuk melakukan block yang baik,blocker juga harus mampu memprediksi ke arah mana kira-kira spiker tim lawan akan mengarahkan bola.
      6.   Dig
Untuk menyelamatkan bola agar tidak jatuh setelah di-spike oleh tim lawan,maka biasanya seorang pemain akan melakukan tehnik Dig.Tehnik ini biasanya digunakan dalam keadaan darurat.Ketika posisi jatunya bola sudah berada dekat dengan lantai dan tidak dapat diselamatkan lagi dengan menggunakan tehnik pass,maka tehnik Dig inilah yang akhirnya digunakan.Pada dasarnya,tehnik Dig ini sama dengan tehnik pass atau bump.Istilah Overhand dig digunakan ketika seorang pemain melakukan Dig dengan menggunakan ujung jemarinya.Sementara Bump dig adalah istilah yang digunakan untuk Dig yang dilakukan dengan menggunakan kedua lengan yang digabungkan.Dalam tehnik Dig,seorang pemain biasanya juga menampilkan gerakan meluncur(dive),yaitu melemparkan tubuhnya ke arah depan untuk menyelamatkan bola,yang kemudian mendarat dengan menggunakan dadanya Seorang pemain biasanya akan memperjuangkan bola dengan sekuat tenaga dan dengan segala cara yang tidak melanggar peraturan permainan yang telah ditetapkan.Sekali waktu,seorang pemain juga terpaksa harus menjatuhkan badannya dengan cepat hanya untuk menyelamatkan bola agar tidak terjatuh.Untuk mencegah luka maupun cidera pada tubuh ketika menjatuhkan tubuhnya,biasanya seorang pemain juga melakukan tehnik berputar(rolling)ketik jatuh. Selain itu,terkadang seorang pemain juga melakukan tehnik yang disebut dengan“pancake”untuk menyelamatkan bola yang hampir menyentuh lantai.Pada tehnik ini,seorang pemain akan meluncur dan mendorongkan tangannya ke arah depan.
      7.   Strategi
Strategi adalah salah satu faktor terpenting yang memiliki pengaruh besar dalam setiap aktivitas kehidupan.Begitu juga pada olahraga permainan bola voli,strategi menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan.Setiap kali akan melakukan sebuah pertandingan, setiap tim pasti sudah terlebih dahulu mempersiapkan strategi mereka masing-masing. Bahkan,strategi juga selalu digunakan dalam setiap pertandingan latihan.Strategi merupakan rancangan langkah-langkah yang sudah diprogram atau direncanakan, yang akan dilakukan ketika mengikuti sebuah pertandingan.G.Spesialisasi Pemain Pada setiap tim bola voli,ada 5 posisi yang wajib diisi oleh pemain.Sesuai dengan posisi tersebut,maka setiap pemain memiliki peran yang harus dijalankan masing-masing.Meskipun pada dasarnya setiap pemain harus mampu memainkan peran pada setiap posisi,namun masing-masing pemain memiliki spesifikasi tersendiri. Ke5 posisi yang terdapat pada permainan bola voli tersebut adalah setter,left side hitter atau outside hitter, middle hitter atau middle blocker, right side hitter, dan libero.
      8.   Setter
Setter adalah pemain yang dispesialisasikan untuk mengatur bentuk penyerangan.Bola kedua setelah pass akan di set oleh setter,kemudian ia akan menempatkan bola di udara agar dapat di spike oleh attacker.Dengan demikian,setter dan attacker harus mampu menciptakan kerjasama dengan baik.Setter harus memiliki kualitas yang bagus dalam menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan di spike.Selain itu,setter haruslah seorang pemain yang lincah dan mampu bergerak dengan cepat di area permainan.
      9.   Libero
Jika kita memperhatikan sebuah pertandingan bola voli,maka pada setiap tim kita akan melihat seorang pemain yang menggunakan seragam yang berbeda dengan semua pemain di timnya.Pemain dengan seragam yang berbeda itulah yang disebut dengan libero. Dalam bahasa Italia,libero mempunyai arti “bebas”. Sesuai dengan nama tersebut, maka libero adalah pemain yang dapat secara bebas mengambil alih peran pemain yang lain.Namun,dalam sebuah pertandingan,libero tidak boleh memiliki dua posisi atau berganti posisi.Seorang pemain yang telah diposisikan sebagai libero,tidak boleh berganti posisi menjadi spiker atau yang lain dalam sebuah pertandingan. Meskipun ia dapat mengambil alih peran pemain-pemain yang lain, namun posisinya adalah tetap sebagai seorang libero sampai pertandingan berakhir.Pada dasarnya,libero bertugas untuk menerima serangan-serangan(spikes)yang dilakukan oleh attacker tim lawan.Berdasarkan fungsi utama tersebut,maka seorang libero tidak harus memiliki postur tubuh yang tinggi seperti pemain yang lain. Hal ini karena seorang libero tidak bermain di area yang dekat dengan net.Yang paling ditekankan bagi seorang libero adalah kualitas pass yang baik,memiliki kecepatan gerak yang tinggi,dan tentu saja harus memiliki stamina yang baik.


4. Permasalahan
     Variasi dan kombinasi teknik dasar passing atas dan bawah bola volly dengan koordinasi yang baik.
♣    Variasi kobinasi teknik dasar passing atas,bawah dan smash tampa awalan dengan koordinasi yang baik.
♣    Bermain dengan peraturan yang dimodifikasi.


5. Pemecahan masalah

♣    Latihan passing atas dan passing bawah dengan cara berpasangan.
♣    Membagi para peserta didik kedalam beberapa kelompok.
♣    Permainan bola volly sebaiknya disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada.
♣    Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler diluar jam sekolah.
♣    Tenaga pengajar hendaknya guru penjaskes bukan dari guru kelas.
♣    Pengajar memberikan materi pembelajaran hendaknya secara bertahap sesuai tingkat kesulitan-nya.

6.Kesimpulan dan Saran
Dari uraian dan pembahasan pada tulisan ini,dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.      Pendidikan jasmani merupakan suatu aspek dalam keseluruan pendidikan yang berhubungan dangan keolahraga.Pendidikan jasmani tidak hanya menuntut peserta didik hanya untuk penembangan tubuh tetapi juga menuntut untuk bisa berprilaku sosial baik disekolah maupun dlingkungan masyarakat.
2.      Pendidikan jasmani juga menerapkan aspek kebudayaan,dapat mengontrol otot syaraf,menambah kemampuan intelektual serta mengontrol emosi,ini semua dilakukan melalui jasmani.
3.      Pendidikan jasmani tidak hanya menuntut peserta didik nya aktif dalam aktivitas jasmani tetapi jaga menuntut guru pendidikan jasmani aktif dalam proses belajar mengajar untuk mengawasi anak didik nya secara langsung,demi terwujud nya tujuan pendidikan nasional.
Dari urian dan pembahasan pada tulisan ini,maka dapat diambil beberapa saran:
1.      Dalam permainan bola volly sebaiknya diadakan pelatihan diluar sekolah.
2.      Harus ada nya sarana dan prasarana yang lengkap.
3.      Guru yang mengajar mata pelajaran harus penjaskes,bukan guru kelas.
4.      Harus ada nya penyesuian terhadap waktu dan tingkat kesulitan materi
5.      Guru harus mampu beradaptasi dengan tiap-tiap kepribadian peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA


http://www.govolley.com/index.php/sejarah-bola-voli) http://hadilegowo08.blogspot.com/2007/12/bola-voli.
http://ganevo.wordpress.com/2008/05/03/pembinaan-bolavoli-indonesia .http://www.govolley.com/index.php/lapangan
http://www.govolley.com/index.php/skills
http://www.govolley.com/index.php/strategi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar