Selasa, 17 April 2012

Sarana Dan Prasana


 

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan MAKALAH yang berjudul  “Sarana dan Prasarana Olahraga”
Penyusun menyadari bahwa dalam menyelesaikan penyusunan MAKALAH ini telah mendapatkan bimbingan, bantuan dan arahan dari berbagai pihak oleh sebab itu pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada pihak-pihak yang telah mendukung tersebut
Penyusun juga menyadari bahwa dalam penyusunan MAKALAH ini masih sangat jauh dari sempurna. Sehubungan dengan hal tersebut maka penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kelancaran ilmu pengetahuan diwaktu yang akan datang. penyusun juga berharap bahwa makalah ini akan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.








PalembangMaret 2011



Penyusun



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
PENDAHULUAN
KATA PENGANTAR............................................................................................             i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
I.     Sarana Dan Prasarana Dalam Pendidikan Jasmani................
Ø  Deskripsi Sarana dan Prasarana .......................................................................
1)      Sarana…………………………........................................................
2)      Prasarana............................................................................................
Ø  Fungsi dan manfaat Sarana dan prasarana .......................................................
1)      Fungsi Sarana dan Prasarana ............................................................
2)      Manfaat Sarana dan Prasarana ..........................................................
II.     Sarana dan Prasarana dalam Cabang Olahraga..................
A.         Atletik Lari Estafet..................................................................................
1.      Prasarana dalamLari Estafet.................................................................
Ø  Lapangan       ....................................................................................
2.      Gambar Prasarana dalam Lari EStafet..................................................
3.      Sarana dalam Lari Estafet.....................................................................
Ø  Lari Estafet .......................................................................................
Ø  Perlengkapan Atlet Lari Estafet........................................................
4.      Gambar Sarana dalam Lari Estafet.......................................................
111. Observasi Sekolah........................................................................
1. Sarana dan Prasarana yang terdapat di SMA NEGERI 1 TUGUMULYO...............               
2.Permasalahan dalam saran dan prasarana di SMA NEGERI 1 Tugumulyo.......
3.Upaya yang dilakukan untuk memenuhi sarana dan prasarana.....................
4.Upaya-upaya dalam pemeliharaan sarana dan prasarana...............................
5.Perbedaan di kurikulum dengan setelah di observasi....................................
IV.  Kesimpulan....................................................................................
Daftar Pustaka

PENDAHULUAAN

1.1 Maksud dan Tujuan
Dalam usaha untuk mencapai kesempurnaan kami melaksanakan berbagai cara , diantaranya dengan mengamati secara langsung keadaan sesunguhnya yaitu dengan melakukan observasi Sarana dan Prasarana di SMAN TUGUMULYO.

Adapun untuk tujuaannya adalah sebagai berikut :

- Untuk mengetahui Sarana dan Prasarana Olahraga Khususnya Cabang  yang ada di SMAN Tugumulyo.

- Untuk mengetahui manfaat didirikannya Sarana dan prasarana tersebut.

- Menambah wawasan tentang penjaskes.

- Sebagai salah satu syarat untuk melengkapi tugas mata kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS SRIWIJAYA






1.2 Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam menempuh pencarian data yaitu sebagai berikut :

1. Metode Observasi
Merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data melalui pengamatan dan penelitian secara langsung pada objek yang diteliti.
Dalam hal ini objek yang diteliti adalah SMAN TUGUMULYO

2. Metode Wawancara
Merupakan suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan wawancara langsung kepada tenaga pengajar yang melayani objek Permasalahan pada SMA tersebut






A.  PENGERTIAN SARANA DAN PRASARANA SECARA UMUM
Sarana prasarana secara umum banyak diartikan menurut beberapa sumber. Sarana adalah perlengkapan yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi kegiatan dan satuan pendidikan, yang meliputi : peralatan, perabotan, media pendidikan dan buku (Internet menurut Asep). Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai makana dan tujuan.
Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sarana prasarana adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi pembelajaran (Sagne dan Brigs dalam Latuheru, 1988:13). Dari berbagai definisi menurut para ahli dapat diartikan bahwa sarana prasarana adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan beserta dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan kegiatan.
B.   PENGERTIAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA
Sarana prasarana olah raga adalah suatu bentuk permanen, baik itu ruangan di luar maupun di dalam. Contoh : cymnasium, lapangan permainan, kolam renang, dsb. (Wirjasanto 1984:154). Pengertian sarana prasarana tidak seperti yang di atas, namun ada beberapa pengertian lain menurut sumber yang berbeda pula.
Sarana prasarana olah raga adalah semua sarana prasarana olah raga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olah raga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olah raga (Seminar Prasarana Olah Raga Untuk Sekolah dan Hubungannya dengan Lingkungan (1978).
Sarana olah raga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olah raga. Prasarana olah raga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olah raga dalam bentuk bangunan di atasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratanyang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olah raga (Kumpulan Makalah Manajemen Olah Raga halaman 38).
Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikan bahwa sarana prasarana oloahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan yang digunakan untuk perlengkapan olah raga. Sarana prasarana olahraga yang baik dapat menunjang pertumbuhan masyarakat yang baik.

C.  SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI INDONESIA PADA MASA SEKARANG
Keadaan sarana prasarana  olahraga di Indonesia,menurut pengamatan ada dua faktor yang dapat berdampak positif dalam penyiapan prasarana olahraga sebagai berikut :
1.   Adanya konsep mengenai Otonomi Daerah yang telah dituangkan dalam Undang-Undang.
2.   Adanya ketentuan bahwa tuan rumah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak tahun 2000 ditetapakan daerah secara bergantian.
Sarana prasarana yang ada di Indonesia kurang mendapat perhatian secara khusus dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang sangat kompleks. Kenyataannya dapat dilihat pada ketidak berhasilan Kota Surabaya dalam membangun kawasan “Sport Complex” baru yang akan digunakan untuk menyelenggarakan PON XV -2000 akibat keterbatasan biaya.
 Keterbatasan ini disebabkan oleh krisis moneter yang terjadi di beberapa Negara Asia. Pelaksanaan ini terpaksa harus dialih kan ke Stadion Delta yang ada di Sidoarjo. Stadion ini digunakan untuk seluruh kegiatan PON yang berlangsung, baik upacara pembukaan, penutupan maupun pertandingan-pertandingan. Jelas dalam hal ini sarana prasarana di Indonesia sangatlah minim akan semua fasilitasnya.
Pada PON XVI -2004 dilaksanakan di Provinsi Sumatera Selatan dan kota Palembang sebagai pusat dari penyelenggaraan pertandingan. Pada tahun 1978 dibangun Stadion Bumi Sriwijaya yang pada awalnya direncanakan untuk diklembangkan menjadi Stadion Utama tetapi pada akhirnya ditetapkan sebagai
Stadion Atletik untuk dibangun lintasan atletik dengan bahan sintetis, sedangkan Stadion Utama direncanakan dibangun di Seberang Ulu di wilayah Jakabaring. Upaya pembangunan Stadion Utama Jakabaring di seberang Ulu dimaksudkan untuk mengembangkan kota kea rah selatan di areal reklamase sesuai dengan rencana Induk Kota yang telah disususn oleh Departemen Pekerjaan Umum.
Untuk Sport Complex telah dipersiapkan lahan reklame seluas 50 Ha yang nantinya akan dipakai untuk lokasi Stadion Utama dan dua buah gedung Olahraga yang dipergunakan untuk Senam dan cabang olahraga Bulutangkis. Selain itu ada beberapa sarana prasaran aolah raga outdoor untuk olahraga:voli pantai, soft ball, hoki dan lain-lainyang akan dapat ditampung. Diseberang kompleks satdion itu, sedang dibangun perumahan sebanyak 1.000 buah yang nantinya akan digunakan untuk PON XVI -2004 yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal sementara atlit- atlit selama PON berlangsung. Setelah selesai kegiatan PON, maka perumahan ini akan dijual pada masyarakat untuk dijadikan pemukiman. Meskipun pembangunan sarana prasarana olahraga sedikit terhambat namun penggunaan bahan-bahan sarana prasrana olahraga cukup baik, misalnya saja yang telah disebutkan di atas mengenai penggunaan lantai dari bahan sintetis.
            Kompleks Gelora Bung Karno di Senayan Jakarta memiliki luas lahan 279 Ha, sebagai areal dengan luas 155 Ha adalah lahan untuk kompleks olahraga yang sampai saat ini masih merupakan kompleks olahraga yang terlenghkap dan terbesar di seluruh Indonesia. Pada saat PON di Jakarta pada tahun 1996 didalam kompleks Stadion dapat diselenggarakan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Stadion ini sampai saat ini dari waktu ke watu secara bertahap dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan untuk kegiatan-kegiatan olahraga.
            Pengembangan dan pembanguna sarana prasaran olahraga tetap mengikuti perkembangan jaman, beberapa sarana prasarana olahraga yang telah diikutsertakan dalam kompetisi luar negeri dan memperoleh penghargaan adalah sebagai berikut :
1.   Gedung Pusat Latihan Bulutangkis, memperoleh IAKS Award pada tahun 1989 intuk kategori B. “Trainning For Top-level Sport”.
2.   Gedung/Lapangan Menembak, memperoleh “Bronz Award” untuk kategori F. “Trainning and Competition Facilities for special sport disciplines”
3.   Lapangan Latihan Softball/Baseball, memperileh IOC/IAKS Bronze Award tahun 1999 untuk kategori F, “Trainning and Competition Facilities for special sport disciplines”
D. MENCIPTAKAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN
            Kegiatan olah raga memerlukan ruang untuk bergerak. Kebutuhan ruang untuk bergerak itu ditentukan dengan standar tuang ruang perorangan. Sarana prasarana olah raga paling sedikit atau minimal disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang berolah raga itu sendiri. Sehingga disini kunci dan tujuan sarana prasarana adalah sehingga media olah raga yang diharapkan dengan adanya sarana penunjang kegiatan olah raga berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat dapat menikmati olahraga dengan baik dan optimal.
           

Penggunaan Prasarana Olah Raga Selalu dikaitkan dengan Kegiatan Olah Raga yang Memiliki Sifat :
  1. Horisontal
            Dalam arti bersifat menyebar atau meluas sesuai dengan konsep “Sport for All” atau dengan semboyan yang kita miliki memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan yang tujuannya untuk kebugaran dan kesehatan.
2.   Vertikal
            Dalam arti bersifat mengarah ke atas dengan tujuan mencapai prestasi tinggi dalam cabang olah raga tertentu baik tingkat daerah nasional maupun internasional.
Penggunaan Prasarana Olah Raga Perlu Menyertakan 3 Faktor untuk dapat memnuhi kedua arah tersebut :
  1. Kuantitas
            Guna menampung kegiatan olah raga yang jumlahnya mencukupi sesuai dengan ketentuan seperti yang ditentukan di dalam pedoman penyiapan prasarana.
2.   Kualitas
            Guna menampung kegiatan olah raga prestasi prasaran olah raga yang disiapkan perlu memenuhi kualitas dengan syarat dan ketentuan masing-masing cabang olah raga :
  1. Memenuhi Standart Internasional
  2. Kualitas bahan atu material harus memenuhi syarat Internasional.
3.   Dana
            Untuk menunjang kedua faktor diperlukan dana yang cukup sehingga cepat disiapkan prasarana yang mencukupi jumlahnya serta kualitas memenuhi syarat.
Dalam menciptakan sarana prasarana olah raga yang sesuai dengan perkembangan jaman yakni :
1.   Kuantitas sarana prasarana olahraga harus diperbanyak. Kualitas harus ditingkatkan agar tidak hanya kuantitas yang banyak, namun kualitasnya juga baik. Yang terpenting adalah dana, dana harus dirancang sedemikian rupa agar rencana pembangunan sarana prasaran olahraga dapat terlaksana dengan optimal.Untuk itu perlu dikembangkangkan ketiga faktor ini secara serius agar sarana prasarana olahraga di Indonesia sesuai dengan perkembangan jaman.
2.   Memperhatikan peta kependudukan Indonesia, kepadatan dan penyebaran penduduknya, karena jumlah kebutuhan prasarana olah raga harus sesuai dengan jumlah penduduk yang akan menggunakannya.
3.   Mengacu pada standar kebutuhan prasarana olahraga sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.
4.   Otonomi Daerah dapat dimanfaatkan dengan baik yakni harus ada koordinasi agar dapat memberi saran dan pedoman teknis karena mereka lebih mengetahui bagaimana kondisi daerahnya sehingga dapat menyempurnakan pengembangan sarana prasarana olahraga yang sesua dengan perkembangan jaman.
5.   Adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dapat saling memberi masukan baik yang bersifat teknis maupun non teknis dan bekerjasama membangun sarana prasarana olahraga yang sesuai dengan perkembangan jaman.
FUNGSI DAN MANFAAT SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA
            Sarana dan prasarana olahraga merupakan modal utama dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, melalui peningkatan ketersediaan fasilitas olahraga yang berkualitas baik dan memadai dalam artian harus di sesuaikan dengan standart keutuhan ruang perorangan.

           
Sarana dan prasarana olahraga adalah daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis peralatan dan tempat berbentuk bangunan yang di gunakan dalam memenuhi prasaratan yang di tetapkan untuk pelaksanaan program olahraga.

           
Fungsi sarana dan prasarana olahraga adalah sebagai pendukung pelaksanan suatu kegiatan terutama dalam pengajaran olahraga. Manfaat sarana dan prasarana olahraga adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan pemakaian alat dan tempat olahraga dengan benar.
(Kumpulan Makalah Manajemen OlahRaga : 38)
 Fungsi prasarana beserta sarananya adalah sebagai lokasi atau tempat dalam bisnis maupun aktivitas olahraga. Sehingga akan saling mendukung dengan adanya tempat dan juga perlengkapan beraktivitas.                                                        ( http://santriw4n.wordpress.com/2009/11/14/sarana-dan-prasarana-penjas/) Di akses 2011-03-09


Selain itu sarana dan prasarana yang berkualitas baik juga berperan penting dalam keselamatan penggunanya, sehingga dapat mengurangi faktor cidera dalam pelaksanaan kegiatan yang menggunakan sarana dan prasarana tersebut.
 (http://vicktor-wahyudy.blogspot.com/) Di akses 2011-03-09

Jadi fungsi dari sarana dan prasarana menurut kelompok kami yakni dapat disimpulkan sebagai alat pendukung dan membantu kelancaran terlaksananya suatu kegiatan jasmani, dengan demikian akan terwujudnya suatu kegiatan jasmani yang berkualitas bila didukung oleh prasarana yang juga berkualitas baik.

  1. Manfaat Sarana dan Prasarana
Banyak fasilitas olahraga yang pemakaiannya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Fasilitas tersebut penggunaannya belum sesuai dengan kebutuhan sekolah bahkan terkesan sia-sia dalam pengadaannya karena tidak terawat dengan baik dan pengalihan fungsi fasilitas tersebut yang tidak tepat. (http://rosy46nelli.wordpress.com/2009/12/06/sarana-prasarana-olahraga-di-indonesia/) Di akses 2011-03-09            

Selain itu bila penggandaan fungsi fasilitas dilakukan dengan tepat, akan lebih menghemat lahan apalagi bagi sekolah yang memiliki lahan terbatas, dengan dilakukannya penggandaan fasilitas tersebut proses berlangsungnya praktek yang menggunakan fasilitas tersebut dapat berjalan dengan baik. (http://rosy46nelli.wordpress.com/2009/12/06/sarana-prasarana-olahraga-di-indonesia/) Di akses 2011-03-09

Namun menurut kelompok kami manfaat sarana dan prasarana dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan sarana prasarana dan prasarana dengan baik dan sesuai dengan kegunaannya dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan sedikit banyak dapat membantu kelancaran kegiatan jasmani.
a.     Sarana dan Prasarana dalam Cabang Olahraga Atletik Lari Estafet

Cabang Olahraga Yang di Pilih
          Lari Estafet
1. LARI SAMBUNG Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba laripada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting.Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama,kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yangtidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambilberlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
            Nomor lari estafetyang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapipemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian sertapenyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

a.       Latihan Teknik Lari Sambung No Latihan Teknik Penerimaan Tongkat 1Dengan cara melihat (visual) Pelari yang menerima tongkat melakukannyadengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikanoleh pelari sebelumnya. 2 Dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yangmenerima tongkat berlari sambil mengulurkan tangan kebelakang. Selanjutnyapelari sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.

No Latihan Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat 1 Dari Bawah Jikapemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerimamenggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat daribelakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar,sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan.         Tangan penerima berada di bawahpinggang. 2 Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kirimaka penerima juga menggunakan tangan kiri.
            b. Daerah Pergantian Tongkat No Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari 1Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan 2 Pelari ke 2 Didaerah start kedua dengan lintasan lurus 3 Pelari ke 3 Di daerah start ketigadengan lintasan tikungan 4 Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasanlurus dan berakhir di garis finish

            c. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet 1. Pemberian tongkatsebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan,sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri. 2.Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalamlingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yangbaik. 3. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepatseperti pada waktu latihan. 4. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segerakeluar dari lintasan masing-masing.

            d. Peraturan Perlombaan 1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meterpra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkatdapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian tongkat. 2


Lari Estafet(Lari Beranting)
Lari Estafet atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu
dari cabang atletik.Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang
pemain untuk melakukan olahraga tersebut.
Jarak Tempuh Lari estafet : 4x400 M (Putra/Putri) Dan 4x100 M
Start yang sering di gunakan dalam Lari Estafet:
StartJongkok sering di gunakan pada pelari pertama / (1), Sedangkan
Start Berlari sering di gunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan ke-Empat /
(2,3,4)

Ada beberapa cara menerima tongkat Estafet:
1.Visual : Dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya di
gunakan untuk lari Estafet yang berjarak 4x400 meter.
Non Visual : Cara ini di gunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat ke
belakang,karena jarak yang di gunakan terlalu pendek yaitu 4x100 meter.
Ada ketentuan atau peraturan yang da di olahraga Lari Estafet ini:
1.Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh
pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4x400
meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam lomba tersebut.
2.Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila tongkat tersebut jatuh
pada saat pergantian penerimaan tongkat pada lari yang berjarak 4x100
meter dengan resiko team tersebut dapat langsung di diskualifikasi dalam
pertandingan olahraga tersebut.
Ada juga cara yang baik dalam menerima togkat estafet agar tidak
terjatuh yaitu :
1.Sebagai pemain yang ingin memberi tongkat tersebut harus menggunakan
tangan kiri,sedangkan pemain yang menerima tongkat tersebut harus
menggunakan tangan kanan,Itulah beberapa cara yang di gunakan untuk
memberi dan menerima tongkat estafet yang benar dan baik.

GAMBAR TONGKAT ESTAFET
-Panjang Tongkat Estafet: 29,21
Cm
-Diameter tongkat estafet :
- Untuk Dewasa
: 3,81
Cm
- Untuk Anak-anak
: 2,54
Cm

Gambar Lapangan Atletik untuk Lari
Estafet:
Zona pergantian pada Lari Estafet hanya berada 10meter di depan garis start atau berada 10 meter dibelakang garis start














II.                Observasi Sekolah

SMA Negeri 1 Tugumulyo berlokasi di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten  Musi Rawas, sekolah ini memiliki visi dan misi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Visi Sma Negeri 1 Tugumulyo:
“Sekolah bermutu dan berbudaya”
1.      Ungggul dalam Bidang agama.
2.      Unggul Dalam  akademik.
3.      Unggul dalam penerapan Teknologi.
4.      Unggul dalam perestasi ekstrakulikuler.
5.      Ungggul dalam Kegiatan Olimpiade.
Misi Sma Negeri 1 Tugumulyo:
1.      Menerapkan ajaran agama Islam.
2.      Melaksanakan pembelajaran  yang efektik dan efisien.
3.      Melaksanakan penbelajaran yang Tertib dan Disiplin.
4.      Memotivasi siswa untuk meningkatkan perestasi.
Di Sma negeri 1 Tugumulyo banyak kegiatan olahraga, kegiatan olahraga di bimbing oleh dua guru, yaitu Pak Aprizal, S.Pd, Veni Septiani, S.Pd.
Adapun kegiatan olahraga ekstra yaitu ekstrakulikuler Basket,Atletik,  Volli, Beladiri, seperti pencak silat juga merupakan ekstrakulikuler  yang banyak di minati oleh siswa SMA N 1 Tugumulyo yang di adakan setiap minggunya.
Sedangkan kegiatan mata pelajaran penjaskes di lakukan secara teori dan preaktek. Kegiantan teori di lakukan di kelas dan evaluasi tertulis, sedangkan prakteknya langsung di lakukan pada prasarana yang terdapat di SMA N 1 Tugumulyo , adapun jumlah sarana dan prasarana, kualitas dan kepemilikan telah kami sajikan dalam bentuk tabel hasil obsevasi.


1.                                                                      Sarana dan Prasarana yang terdapat di SMA NEGERI 1 Tugumulyo

a.    Permainan Basket
      Sarana:
·         Bola Basket
·         Pluit


Prasarana:
·          


·         Ring Basket






b.                                                                                                                                                       Permainan Bola volley
Sarana:
·         Bola Volley dan Net
        
·         Bola Volley
      Prasarana:
·         Lapangan Volley Putri
          

c.                                                                                                                                                       Atletik
Sarana:
·         Tolak Peluruh dan Cakram








 









·         Prasarana
·         Lembing











Prasarana:
·         Lapangan

·               Tenis Meja

·               Matras
·              


2.          Permasalahan dalam sarana dan prasarana di SMA NEGERI 1 Tugumulyo
a.                                                                                                                                              Sempitnya lahan sekolah.
Permasalahan ini terutama terjadi pada sekolah-sekolah yang ada di SMA Negeri 1 Tugumulyo. Sehingga pihak sekolah beranggapan dengan lahan yang sempit, tidaklah mungkin mengoptimalkan pengadaan sarana dan prasarana untuk kegiatan kebugaran jasmani. Tidak adanya fasilitas lapangan untuk Permainan Sepak Bola, fasilitas untuk permaina tenis meja, lapanagan yang menjadi prasarana dalam cabang olahraga Atletik, seperti trek untuk lari jarak pendek dan estapet, sedangkan untuk lapanagan lempar maupun lompat juga belum tersedia di SMA Negeri 1 Tugumulyo, seperti bak pasir untuk lompat jauh, Kolam Renang untuk cabang Olahraga Aquatik.
3.             Upaya yang dilakukan untuk memenuhi sarana dan prasarana.
Untuk mengatasi lahan sekolah yang sempit dapat dilakukan pembangunan gedung olahraga yang standar sehingga lahan untuk kegiatan kesegaran jasmani  membutuhkan lahan yang luas. Selain itu juga dengan cara pengadaan sebuah lapangan yang multi fungsi. Seperti yang telah di lakukan di SMA     Negeri 1 Tugumulyo untuk memenuhi kebutuhan akan prasarana seperti lapangan futsall yang menggunakan lapangan Basket. Sedangkan untuk permainan sepak bola, menggunakan lapangan milik Desa F Trikoyo dengan meminta izin kepada pihak desa setempat, untuk fasilitas kolam Renang menyewa Di Kolam Renang SAF Di desa A. Widodo , yang bisa di tuju dengan  menempuh waktu selama 15 menit perjalanan, dengan menggunakan Sepeda Motor. Untuk pengadaan prasarana Tenis Meja menggunakan meja yang terdapat di gudang, untuk  alternatif atletik Lompat jauh menggunakan tanah yang di gali menyerupai bak kemudian di isi dengan  pasir.
Sedangakan upaya yang di lakukan oleh SMA Negeri 1 Tugumulyo untuk mengatasi permasalahan sarana, seperti keterbatasanya bola basket di atasi dengan cara mengharuskan masing-masing kelompok siswa membawa bola Basket, Untuk perlengkapan sarana yang yang masih belum memenuhi standarisasi pendidikan SMA Negeri 1 Tugumulyo mengusulkan kepada Pemerintah Daerah di Kabupaten Musi Rawas.

4.                                                        Upaya-upaya dalam pemeliharaan sarana dan prasarana.
Sejauh ini usaha yang di lakukan oleh sekolah belum maksimal seperti penyimpanan sarana olahraga yang di tempatkan di sebuah lemari di  Gudang, untuk sarana seperti bola yang kurang maksimal pemeliharaannya sehingga jumlah bola Basket yang bisa di gunakan hanya 3. Sedangkan  prasarana seperti bak pasir untuk lompat jauh yang sudah tidak layak untuk tempat praktek karena pasirnya sudah bercampur dengan tanah, sehingga tidak memungkinkan untuk di pergunakan lagi. Usaha untuk pemeliharaan lapangan basket di lakukannya pengecatan, garis line, serta pengecatan tiang lapangan volley.

5.             Perbedaan di kurikulum dengan setelah di observasi.
Pada kurikulum pendidikan jasmani dan kesehatan di SMA   Negeri 1 Tugumulyo belum begitu maksimal dalm proses pengadaan kegiatan pembelajaran seperti materi yang kami paparkan di atas.. Misalnya seperti cabang olahraga yang sedang kami bahas untuk di observasi yaitu Lari Estafet untuk pengadaan serana sudah cukup baik karena terdapat 4 buah Tongkat yang terdapat di SMA Negeri 1 Tugumulyo, dengan kondisi  tongkat yang baik. Tetapi untuk prasarana, misalnya lapangan untuk Lari estafet Masih menggunkan Lapangan Sekolah.  


III.             Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini yakni pengertian sarana menurut kelompok kami dimana sumber daya serta alat pendukung untuk menunjang kebutuhan kegiatan dalam suatu pendidikan jasmani.
- Sarana dan Prasarana di SMAN Tugumulyo Kurang memadai oleh karena itu Harus ada kesadaran dari seluruh siswa agar bisa menjaga fasilitas yg ada.
- Sarana dan Prasarana di SMAN tugumulyo haruslah dibenahi supaya fasilitas olahraga yang ada di    SMAN tugumulyo menjadi lebih baik

Sarana dan Prasarana olahraga di SMA Negeri 1 Tugumulyo, secara spesifik dinilai kwalitasnya cukup baik dan kurang memenuhi standar, dan perawatannya pun kurang baik, walaupun dibeberapa prasarananya masih terdapat kekurangan. Semua kepemilikan sarana dan prasarana yang di SMA ini merupakan milik sendiri dan secara berkala akan diperbaharui untuk mencapai tujuan pendidikan olahraga di tingkat SMA.
Dalam upaya memperbaiki dan merawat sarana dan prasarana Di SMA Negeri 1 Tugumulyo, agar dapat memenuhi Standar, pihak sekolah tentunya sudah mengatasi ini dengan meminta bantuan kepada pemerintah daerah, dan bila tidak tercapai pihak sekolah meminta dana bantuan kepada wali murid setiap awal tahun ajaran baru atau kepada wali murid yang siswanya  berada dipenghujung tahun ajaran. Dengan demikian bukan tidak mungkin secara berkala sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Tugumulyo akan memenuhi standar agar proses pengajaran olahraga dapat berjalan dengan lancar.






Setelah melaksanakan kegiatan observasi di  SMAN Tugumulyo dan dari uraian diatas maka dapat kami simpulkan saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi SMAN sebagai berikut :

- Untuk mencapai kinerja yang efektif hendaknya semua guru dan seluruh staf dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sebaik-baiknya.

- Tingkatkan lagi fasilitas olahraga yang belum memadai di SMAN tugumulyo.- Saling menjaga Sarana dan  Prasarana demi kebaikan sekolah- Jagalah kebersamaan dan kerja sama yang baik

PENUTUP

Syukur Alhamdulilah Kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan taufiq serta hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas tugas ini dengan baik.

Dalam kegiatan observasi kami memilih tempat di SMAN Tugumulyo, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun tugas ini masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa, teknik penyusunan, namun berkat ketekunan dan keinginan penyusunan serta motivasi dan doa serta bimbingan dari Dosen akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Akhir kata kami hanya bisa berdo’a, semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan rahmt serta hidayahnya kepada kita semua dan tulisan ini bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar